Lab Penyiapan Cepat AlloyDB

1. Ringkasan

Dengan codelab ini, kami akan mendemonstrasikan metode sederhana dan mudah dilakukan untuk menyiapkan AlloyDB.

565b9be26973f8c2.png

Yang akan Anda build

Sebagai bagian dari hal ini, Anda akan membuat instance dan cluster AlloyDB dalam penginstalan sekali klik dan Anda juga akan mempelajari cara menyiapkannya dengan cepat di project mendatang.

Persyaratan

  • Browser, seperti Chrome atau Firefox
  • Project Google Cloud yang mengaktifkan penagihan.

2. Sebelum memulai

Membuat project

  1. Di Konsol Google Cloud, di halaman pemilih project, pilih atau buat project Google Cloud.
  2. Pastikan penagihan diaktifkan untuk project Cloud Anda. Pelajari cara memeriksa apakah penagihan telah diaktifkan pada suatu project.
  1. Anda akan menggunakan Cloud Shell, lingkungan command line yang berjalan di Google Cloud. Klik Activate Cloud Shell di bagian atas konsol Google Cloud.

Gambar tombol Activate Cloud Shell

  1. Setelah terhubung ke Cloud Shell, Anda dapat memeriksa bahwa Anda sudah diautentikasi dan project sudah ditetapkan ke project ID Anda menggunakan perintah berikut:
gcloud auth list
  1. Jalankan perintah berikut di Cloud Shell untuk mengonfirmasi bahwa perintah gcloud mengetahui project Anda.
gcloud config list project
  1. Jika project Anda belum ditetapkan, gunakan perintah berikut untuk menetapkannya:
gcloud config set project <YOUR_PROJECT_ID>
  1. Aktifkan API yang diperlukan: Ikuti link dan aktifkan API.

Atau, Anda dapat menggunakan perintah gcloud untuk melakukannya. Baca dokumentasi untuk mempelajari perintah gcloud dan penggunaannya.

3. Mengapa AlloyDB untuk data & AI bisnis Anda?

AlloyDB untuk PostgreSQL bukan sekadar layanan Postgres terkelola lainnya. Ini adalah modernisasi mendasar pada mesin yang dirancang untuk era AI. Berikut alasan mengapa database ini berbeda dengan database standar:

  1. Pemrosesan Transaksional & Analitis Hybrid (HTAP)

Sebagian besar database mengharuskan Anda memindahkan data ke data warehouse untuk analisis. AlloyDB memiliki Mesin Berbasis Kolom bawaan yang secara otomatis menyimpan data yang relevan dalam penyimpanan kolom dalam memori. Hal ini membuat kueri analitis hingga 100x lebih cepat daripada PostgreSQL standar, sehingga Anda dapat menjalankan business intelligence real-time pada data operasional tanpa pipeline ETL yang rumit.

  1. Integrasi AI Native:

AlloyDB menjembatani kesenjangan antara data Anda dan AI Generatif. Dengan ekstensi google_ml_integration, Anda dapat memanggil model Vertex AI (seperti Gemini) langsung dalam kueri SQL Anda. Artinya, Anda dapat melakukan analisis sentimen, terjemahan, atau ekstraksi entitas sebagai transaksi database standar, sehingga memastikan keamanan data dan meminimalkan latensi.

  1. Penelusuran Vektor yang Unggul:

Meskipun PostgreSQL standar menggunakan pgvector, AlloyDB meningkatkan kemampuannya dengan indeks ScaNN (Scalable Nearest Neighbors), yang dikembangkan oleh Google Research. Hal ini memberikan penelusuran kesamaan vektor yang jauh lebih cepat dan perolehan kembali yang lebih tinggi dalam skala besar dibandingkan dengan indeks HNSW standar yang ditemukan di penawaran Postgres lainnya. Dengan demikian, Anda dapat membangun aplikasi RAG (Retrieval Augmented Generation) berperforma tinggi secara native.

  1. Performa dalam Skala Besar:

AlloyDB menawarkan performa transaksional hingga 4x lebih cepat daripada PostgreSQL standar. Layanan ini memisahkan komputasi dari penyimpanan, sehingga keduanya dapat diskalakan secara independen. Lapisan penyimpanan bersifat cerdas, menangani pemrosesan write-ahead logging (WAL) untuk memindahkan tugas dari instance utama.

  1. Ketersediaan Enterprise:

Layanan ini menawarkan SLA waktu beroperasi 99,99%, termasuk pemeliharaan. Tingkat keandalan untuk database yang kompatibel dengan PostgreSQL ini dicapai melalui arsitektur cloud-native yang memastikan pemulihan kegagalan yang cepat dan ketahanan penyimpanan.

4. Penyiapan AlloyDB

Di lab ini, kita akan menggunakan AlloyDB sebagai database untuk data pengujian. Cloud SQL menggunakan cluster untuk menyimpan semua resource, seperti database dan log. Setiap cluster memiliki instance utama yang menyediakan titik akses ke data. Tabel akan menyimpan data sebenarnya.

Mari kita buat cluster, instance, dan tabel AlloyDB tempat set data pengujian akan dimuat.

  1. Klik tombol atau Salin link di bawah ke browser tempat Anda login sebagai pengguna Konsol Google Cloud.

  1. Setelah langkah ini selesai, repo akan di-clone ke editor Cloud Shell lokal Anda dan Anda akan dapat menjalankan perintah di bawah dari folder project (penting untuk memastikan Anda berada di direktori project):
sh run.sh
  1. Sekarang gunakan UI (dengan mengklik link di terminal atau mengklik link "preview on web" di terminal.
  2. Masukkan detail Anda untuk project id, nama cluster, dan nama instance untuk memulai.
  3. Ambil kopi sambil melihat log yang bergulir dan Anda dapat membaca tentang cara kerjanya di balik layar di sini.

5. Penyiapan yang Digambarkan

71e936f447a46cb2.jpeg

6. Pembersihan

Setelah lab uji coba ini selesai, jangan lupa untuk menghapus cluster dan instance AlloyDB.

Tindakan ini akan membersihkan cluster beserta instance-nya.

7. Selamat

Anda sudah siap!!!

Mulai menyiapkan data Anda dengan AlloyDB secara cepat & mudah.